Cinta Rasul

Rasa cinta, semenjak Alloh menciptakan manusia,selalu mendatangkan hal-hal yang aneh dan menakjubkan.diantara yang menarik untuk dikenang adalah yang terjadi pada khalifah Abu Bakar Asshiddiq ra ketika menemani baginda Nabi SAW menuju gua Tsur,waktu itu beliau terkadang berjalan di depan Nabi kadang-kadang di belakangnya, sampai akhirnya Nabi menyadari hal itu dan beliau bersabda (“Wahai abu bakar ! kenapa kau lakukan hal ini ?”) beliau jawab penuh kesungguhan dan keikhlasan (“wahai baginda Nabi, kalau hamba teringat bahwa ada musuh mengejar maka hamba berjalan di belakang dan apabila hamba teringat kemungkinan ada musuh yang mengintai /menanti, maka hamba berjalan di depan”.)

Begitu juga sesampainya beliau berdua di depan gua Tsur khalifah Abu bakar berkata pada baginda Nabi (“silahkan baginda tunggu di luar dahulu, hingga hamba buat steril gua itu dari bahaya dan juga dari kotoran”).Sedangkan kondisi disana waktu masih alami juga gelap gulita, mungkin saja dengan masuknya beliau kegua menjadi sebab tersakitinya /terbunuhnya beliau oleh binatang berbisa /buas yang ada di sana.tapi semua itu menjadi ringan karena pengorbanan itu untuk sang Kekasih yang dicinta dengan jiwa raga, yaitu Nabi SAW.

 Hal itu juga terjadi pada sahabat Khubaib ra yang dengan tipu daya bisa ditahan oleh orang kafir ,ketika beliau akan dibunuh ditanya oleh Abu sufyan , “apakah engkau suka kalau Muhammad menggantikan posisimu sekarang dan engkau berada di tengah-tengah keluargamu?” Dengan tanpa ragu sedikitpun beliau jawab,”Demi Alloh aku tidak suka aku dalam keadaan selamat bersama keluargaku sedang baginda Nabi ditempatnya berada, terganggu oleh sebuah duri yang kecil sekalipun”.

Begitulah sedikit dari yang banyak gambaran  daripada cinta para Sahabat pada Nabi SAW, dan mereka beruntung karenanya. Karena memang mencintai Baginda Nabi adalah suatu keharusan bagi setiap muslim seperti yang telah disitir dalam Alquran surat Attaubah ayat 24(“Katakanlah:”jika bapa–bapa, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Alloh dan Rasulnya dan (dari) berjihad di jalan-nya, maka tunggulah sampai Alloh mendatangkan keputusan-nya” dan Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasiq”).

Dari pemahaman ayat ini sebagian ulama’- mewajibkan cinta pada Nabi SAW  dan juga Imam Bukhari meriwayatkan dari Abdulloh bin Hisyam ra beliau berkata “kami berada  bersama Rasululloh SAW, dan beliau memegang tangan Umar bin khottob ra.Umar berkata “sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali diriku /jiwaku” maka Nabi bersabda (” tidaklah beriman kamu sekalian, selagi belum menjadikan diriku lebih kamu cintai daripada dirimu sendiri “). sebenarnyanya mudah bagi kita untuk mencintai baginda Nabi SAW, karena segala segi dari beliau adalah selalu mengundang cinta dan decak kagum yang tidak ada habis-habisnya, semakin kita kaji sirah Nabi (tentu dengan syarat iman ) akan semakin tampak keteladanan beliau, dan semakin kagum kita dibuatnya.bahkan orang-orang orientalis sekalipun asal yang obyektif mengakui akan keluar biasaan pribadi Nabi SAW. Alloh SWT menyifatinya dengan firman-nya(“berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan ( keselamtan dan keimanan)bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang pada orang mu’min”)(attaubah 128) dari ayat ini bisa kita faham bahwa Nabi akan sangat bahagia kalau kita bisa mengikuti semua petunjuknya dalam melaksanakn perintah Alloh, dan itu semua demi untuk kebaikan kita sendiri, maka rasanya amat tidak pantas kalau kita mengaku cinta pada Nabi tanpa kita pandai menyenangkan beliau.dengan berusaha sungguh-sungguh menjadi ummat yang baik dan juga dengan memperbanyak sholawat yang berarti juga ingat padanya, karena diantara tanda cinta adalah banyak.menyebut-nyebut orang yang dicinta, masak kita rela ada orang yang lebih banyak sholawatnya daripada kita yang berarti lebih banyak menyebutnya? Bukankah sekarang bulan Rabiul Awal maka rasanya tepat sekali momennya untuk mengoreksi kecintaan kita pada baginda Nabi SAW.

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.